Rabu, 21 Januari 2015




http://www.mediafire.com/view/zmxnc2jdd2mjfuv/Buku_Teks_DESALINASI_DENGAN_MEMBRAN_2.pdf

Potensiometri

Potensio Penentuan Nitrit Dalam Sampel Berair
Dengan Elektroda Ion Selektif Nitrit


Metode ini adalah salah satu metode analisis yang digunakan untuk mengukur nitrit dalam air minum, air limbah, dan air reagen. Analisis ini dilakukan secara langsung dengan menggunakan elektroda selektif nitrit tanpa melalui titrasi. Dalam penggunaanya ion selektif nitrit ini dipengaruhi oleh berbagai gangguan yang analitis yang dapat meningkatkan atau mengurangi konsentrasi analit bahkan dapat merusak ISE. Efek dari sebagian besar gangguan dapat diminimalkan atau dihilangkan dengan menambahkan reagen kimia yang sesuai untuk sampel.
 Adapun jenis gangguan dalam potensiometri penentuan nitrit dengan menggunakan ISE nitrit ini antara lain:
1. Gangguan anion yang dapat menyebabkan kesalahan pengukuran sekitar 10%. Misalnya gangguan ion sulfat dengan rasio gangguan 1100 ppm. Gangguan ini dapat diatasi dengan mencampurkan larutan penekan gangguan nitrit (NISS) dengan standar serta sampel dalam volume yang sama. Prosedur ini menjamin sampel dan standar dalam keadaan buffer.
2. Perubahan suhu mempengaruhi potensial elektroda, oleh karena itu standard an sampel harus diseimbangkan pada suhu yang sama dan konstan ( Lebih Kurang 1 0C).
3. Gangguan dari koloid yang dapat diatasi dengan cara menyaring sampel
4. Larutan pengisi elektroda standar yang mengandung KCl tidak boleh digunakan sebagai larutan pengisi elektroda referens.
5. Jika lektroda terkena sampel nitrit dengan konsentrasi lebih dari 20 mg/L, responnya menjadi lambat, jika ini terjadi maka rendamlah elektroda selama 8-12 jam dalam campuran dari 0,5 mg/L standar dan NISS.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang penentuan ion nitrit dalam sampel berair dengan menggunakan nitrit ISE.

A. Sampel
Sampel yang digunakan dalam penentuan nitrit dengan menggunakan ISE nitrit adalah Air Reagen (Reagent Water). Sampel harus disimpan pada 6 0C dan harus dianalisis dalam waktu 24 jam dari persediaan.

B. Alat dan Bahan yang digunakan
Ø Alat yang digunakan yaitu elektroda selektif nitrit (nitrit ISE) dan elektroda referens double-junction, pH/mV meter (yang dapat membaca sampai 0,1 mV atau ISE meter),  pengaduk magnetic terisolasi termal, polytetrafluoroethylene (PTFE)-berlapis
magnet stir bar, dan stopwatch, labu ukur 100mL- 1L, pipet volum 5mL, 10mL dan 50mL.
Ø Bahan yang digunakan
ü  Larutan penaksir kekuatan ion (ISA) 2M  (NH4)2SO4
Pembuatan Larutan penaksir kekuatan ion (ISA) 2M (NH4)2SO4 dibuat dengan melarutkan 26,4 gram ammonium sulfat dalam reagen air untuk membuat 100 mL larutan.
ü  1000 mg/L nitrit sebagai N, sediaan standar
Pembuatan 1000 mg/L nitrit sebagai N, sediaan standar yaitu timbang 4,93 gr ACS reagen natrium nitrit yang telah dikeringkan selama 24 jam dalam alat pengering (desikator). Tempatkan dalam labu ukur 1L dan tambahkan reagen air sebanyak 200mL campurkan dan larutkan. Tambahkan dua tetes NaOH dan campurkan sambil dibolak-balik 20 kali. Larutan standar ini dapat diganti harian, mingguan, bulanan, bergantung pada jumlah sediaan standar yang dibuat.
ü  Reagent blank
Reagent blank dibuat dengan menambahkan 25 mL NISS ke dalam air reagen 25mL.

C. Kalibrasi dan Standarisasi
> Sebelum digunakan, Seimbangkan elektroda selama Lebih kurang 1 jam dalam 100 mg/L standar nitrit
> Kalibrasi ISE nitrit dengan larutan standar yang konsentrasi sampelnya diketahui. Jika konsentrasi sampel tidak diketahui, kalibrasi dengan 0,5 mg/L, 1,0 mg/L dan 5,0 mg/L larutan standar nitrit 
> Tambahkan 25mL larutan standar dan 25mL NISS ke beker 100mL untuk membuat beberapa standar kalibrasi. Tambah PTFE berlapis magnet stir bar, tempatkan beaker diatas piringan pengaduk magnetik dengan kecepatan rendah (tidak terlihat pusaran) dan celupkan elektroda diatas putaran batang pengaduk. Catat konsentrasi atau mV segera saat pembacaan stabil, dalam hal ini tidak boleh lebih dari 5 menit mencelupkan elektroda petunjuk. Jika membaca mV, tentukan konsentrasi nitrit-nitrogen dari kurva kalibrasi. Siapkan kuva kalibrasi dengan plot potensial (mV) sebagai fungsi logaritma dari konsentrasi nitrit. Kemiringan harus 54-60 mV per dekade dari konsentrasi nitrat.
D. Selektivitas metode
Selektivitas metode ini ditunjukkan oleh persamaan berikut:
E = E + s log [cj + Kij cjzj]
Dimana :  E = potensial referens
                 S = slope
                 cj = konsentrasi ion murni
                 Kij = koefisien selektivitas
                 cjzj = konsentrasi ion penggangu
                 Zj  = perubahan rasio ion pengganggu
Keberhasilan tergantung kondisi analitis :
cj > > • Kij cjzj


     



Proses Industri Kimia

TUGAS PROSES INDUSTRI KIMIA


1. Pembuatan Produk Alkohol ( Metanol) Dari Gas Alam

Ada beberapa metode dalam produksi metanol, diantaranya proses penyulingan kayu, gasifikasi batu bara muda dan sintesis gas alam. Reaksi pembuatan Methanol dengan sintesis gas alam adalah sebagai berikut:
                 CH4 + H2O                  <--------->  3 H2 + CO            
                CO  + 2 H2                  <--------->  CH3OH
                CO2(g) + 3 H2(g)            <--------->  CH3OH(g) + H2O(g)
Racun H2S pada Natural Gas ditangkap dengan katalis ZnO, dan racun RSH ditangkap dengan katalis CoMo.
Adapun secara ringkas, tahapan proses sintesis Methanol adalah sebagai berikut:
Prereform: gas alam direaksikan dengan steam superheated, reaksi:
CnH2n+2 + n H2O      <--------->         CO + (2n+1)H2 -Q
CO       + 3 H2         <--------->         CH4 + H2O +Q
CO       + H2O         <--------->         CO2 + H+ Q
Reforming : merubah CH4 menjadi CO dan H2 dengan bantuan steam, reaksi
CH4      + H2O        <--------->          3 H2 + CO – Q
Autotermal: merubah sisa-sisa CH4 dengan steam dan O2, di mana reaksi partial dan sempurna berlangsung sekaligus, reaksi:
2 CnH2n+2 + (3+1n)O2 <---------> 2nCO2 + (2n+2)H2O+Q
2 CnH2n+2 + 3nO2       <---------> 2CnCO+ 2H2+ 4nH2O+Q
CH4        + 2O2          <---------> CO2 + 2H2+ Q
CH4        + O2            <---------> CO + H2 + H2O+Q
Sintesis   : gas-gas CO, CO2, dan H2 lalu disintesis dalam reaktor dengan katalis Cu
                 CO2(g) + 3 H2(g)            <--------->  CH3OH(g) + H2O(g)
Destilasi  : hasil dari sintesis gas di unit reactor kemurniannya masih berkisar 70 %, maka dilakukan tahap akhir yaitu destilasi untuk mendapatkan Methanol dengan kemurnian tinggi.
1.      Jenis katalis yang digunakan:
Ø  Katalis pada tekanan tinggi : Digunakan alkali/ZnO-CuO/Cr2O3 dapat beroperasi pada tekanan 120-300 bar dan temperatur 300-425oC. Katalis ini tahan terhadap sulfur dan klorin yang terdapat dalam syn-gas
Ø  Katalis pada tekanan rendah :Digunakan alkali/CuO-ZnO/Al2O3 dapat beroperasi pada tekanan 50-100 bar dan temperatur 275-310oC (120-300 bar dan suhu 300-425oC, utk tek.tinggi). Penggunaan katalis ini membutuhkan kondisi syn-gas yang murni dari sulfur dan klorin (H2S < 0.1 ppm)

Produksi methanol secara komersial dapat dilakukan melalui berbagai macam proses. Proses yang paling banyak digunakan di industri methanol adalah ICI. 














Ø  Campuran gas sintesis umpan segar ditekan dari 50-100 atm melalui sebuah kompresssor dan diumpan kedalam reaktor berpendingin (quench type converter)yang beroperasi pada 270oC.
Ø  Quench converter berupa single bed yang mengandung katalis pendukung yang bersifat inert.
Ø  Aliran produk kemudian didinginkan dan methanol akan terkondensasi.
Ø  Aliran gas purge direcycle ke reformer untuk mengubah methanol yang terakumulasi dalam gas sintesis
Ø  Crude methanol akan dipurifikasi dengan cara distilasi.

Selain itu ada juga Proses Tekanan Rendah Lurgi Dalam proses yang ditawarkan oleh Lurgi untuk sintesis methanol, reaktor sintesis dioperasikan pada rentang suhu dari 230 – 270oC dan dengan tekanan operasi 50-100 bar. Perancangan reactor berbeda dengan ICI.
Lurgi menggunakan reaktor quasi-isothermal dengan katalis di dalam tube yang didinginkan dengan sirkulasi boiling water.
Proses Lurgi akan menghasilkan methanol yang murni dengan proses sintesis methanol dan proses pemurniannya.




2. Pembuatan Produk Toluena dari Metilsikloheksana

Mekanisme reaksi :
Proses Hidroforming Toluene
          Toluen diproduksi dari fraksi petroleum yang telah diseleksi dalam nafta dalam proses catalytic reforming atau Hydroforming. Proses ini meliputi catalytic dehydrogenation untuk menghasilkan campuran hidrokarbon aromatik utamanya toluene.

      Toluena terbentuk dari reaksi dehidrogenasi  metil siklo heksana menjadi toluena dan gas hidrogen
      Reaksi dehidrogenasi :
     C6H11 CH3 (g)                            >   C6H5CH3 (g) + 3H2 (g)

Reaksi-Reaksi Pada Proses Catalytic Reforming :
1. Reaksi Dehydrogenasi 
Reaksi dehydrogenasi sangat endothermis atau memerlukan panas, dipromote  oleh fungsi metal dari katalis dan mudah terjadi pada suhu tinggi dan tekanan rendah. Reaksi ini bisa terlihat pada penurunan/beda temperatur reaktor terutama reaktor pertama. Bila penurunan temperatur reaktor yang besar, produksi hidrogen tinggi per bbl feed dan kemurnian hidrogen tinggi menunjukkan reaksi dehidrogenasi yang baik. Reaksi dehidrogenasi merupakan reaksi yang paling cepat dalam reaksi reforming, maka diperlukan penggunaan interheater di antara catalyst bed untuk menjaga suhu yang tetap cukup tinggi agar reaksi berlangsung lebih cepat. Contoh reaksi dehydrogenasi yang terjadi :
Alkyl cyclo hexane → aromatic
2. Reaksi Dehidrosiklisasi
Siklisasi dari paraffin ke naphthene adalah reaksi yang paling sulit. Reaksi ini lebih baik pada tekanan rendah, temperature tinggi dengan metal/acid function. Naphthene dengan ring lebih kecil dari 6 atom karbon (misal 5) akan diisomerisasi menjadi 6 terlebih dahulu sebelum didehirogenasi ke aromatic. Contoh :
dehidrosiklisasi Heptane → metyl cyclohexane + H2
3. Reaksi Isomerisasi
Formula molekulnya sama tetapi berbeda dalam struktur internalnya, lebih mudah terjadi pada temperatur rendah. Isomerisasi paraffin dan cyclopentane biasanya menghasilkan produk dengan angka oktan yang lebih rendah selain terbentuknya aromatic.
Contoh :
·         Methyl cyclopentane (RON 91) → cyclohexane (RON 83) (isomerisasi dengan bantuan Cl-)
·         Cyclohexane (RON 83) → Benzene (RON >100>(dehidrogenasi dengan bantuan Pt)
4. Reaksi Hidrokraking
Reaksi hidrokraking adalah eksotermis yaitu reaksi memecah paraffin dengan molekul besar menjadi paraffin yang lebih ringan dan gas. Reaksinya memerlukan hidrogen sehingga menyebabkan penurunan kemurnian hidrogen, memperkecil penurunan delta temperatur pada reaktor terakhir serta menurunkan jumlah produk reformat. Reaksi yang terjadi tergantung pada jenis paraffin yang terdapat dalam feed dan kondisi operasi.

Kondisi Operasi:
      Proses pembuatan toluene pada industri yaitu dengan proses hydroforming yang termasuk dehidrogenasi katalitik berlangsung pada suhu 537,8 – 576,67°C dan tekanan 150 – 300 psi.
      Dengan konversi pembentukan toluena 80 – 90%.
      Katalis yang digunakan adalah 10% molybdenum dioxide on alumina.
       Reaktor yang digunakan adalah reaktor fixed bed dehydrogenation.

Pemilihan kondisi tersebut didasarkan pada pertimbangan :
      Reaksi dehidrogenasi bersifat endotermis sehingga pemilihan temperatur operasi bersuhu tinggi sehinga dapat menggeser kesetimbagan kearah produk (toluen).
      Kecepatan reaksi akan sangat dipengaruhi oleh temperatur, bila temperatur yang digunakan terlalu rendah maka kecepatan reaksinya juga akan rendah.
      Tekanan yang digunakan juga  tinggi hal ini dikarenakan proses ini berjalan pada fase cair dimana di dalamnya terjadi mekanisme absorpsi dan deabsorpsi yang dapat menyebabkan kontak antara bahan baku dengan katalis, dimana mekanisme ini membutuhkan tekanan yang tinggi.

Copy of Scan.jpg

3. Pembuatan Protein


Dengan bahan baku acetaldehyde dengan bantuan katalis NaCN atau NH4Cl diubah menjadi 2-Aminopropanenitrile. Kemudian 2-Aminopropanenitrile dengan dipanaskan dan dibantu dengan HCl, HO-  akan menjadi Alanine yaitu merupakan asam amino alifatik ( 52-60%).

Material

KONSEP DASAR DALAM FISIKA KERAMIK

  Definisi Keramik
Definisi Keramik adalah senyawa padatan yang dibentuk melalui pemanasan tersusun dari gabungan padatan satu metal dan satu padatan unsure nonmetalik, atau gabungan dua padatan unsure nonmetalik (NMES), atau gabungan dua unsure padatan nonmetalik dan nonmetal.
Definisi agak sederhana diberikan oleh Kingery yang mendefinisikan keramik sebagai, "seni dan ilmu membuat dan menggunakan material padat sebagai komponen pentingnya, dan sebagian besar terdiri dari bahan nonmetal anorganik ". Untuk mengilustrasikan, perhatikan contoh berikut: Magnesia, atau MgO, adalah keramik karena merupakan senyawa yang solid dari Mg yang berikatan dengan O2 nonmetal. Silica juga merupakan keramik karena menggabungkan NMES dan nonmetal. Dengan cara yang sama, TiC dan ZrB2 adalah keramik karena mereka menggabungkan metal (Ti, Zr) dan NMES (C, B). SiC adalah keramik karena menggabungkan dua NMES.
Contoh: MgO ; (Mg) metal dan O nonmetal
SiO ; (Si) NMES dan O nonmetal
TiC ; (Ti) metal dan C (NMES)
SiC ; 2 unsur NMES
2     a. Perbedaan Kristal dan Amorf
Terdapat berbagai cara untuk mengklasifikasikan padatan, yang meliputi berbagai bahan. Namun, klasifikasi yang paling sederhana adalah membaginya menjadi dua golongan, yaitu : padatan kristalin yang partikelnya tersusun teratur dan padatan amorf yang keteraturannya kecil atau tidak ada sama sekali.
2      b. Bahan Kristalin
Kristal (Crystalline), merupakan definisi struktural dari suatu material, dimana atom-atomnya tersusun secara teratur berdasarkan panjang dan sudut ikatan yang teratur. Meskipun demikian, dapat pula dijumpai adanya penyimpangan struktural pada beberapa jenis material.
Sebuah kristal ideal disusun oleh satuan-satuan struktur yang identik secara berulang-ulang yang tak hingga di dalam ruang. Semua struktur kristal dapat digambarkan atau dijelaskan dalam istilah-istilah lattice (kisi) dan sebuah basis yang ditempelkan pada setiap titik lattice (kisi). Kristal yang umum kita lihat adalah natrium khlorida, tembaga sulfat hidrat, dan kuarsa. Letak partikel penyusun padatan kristalin (ion, atom atau molekul) biasanya dinyatakan dengan kisi, dan letak setiap partikel disebut titik kisi. Satuan pengulangan terkecil kisi disebut dengan sel satuan.
 
Gambar 1 Definisi sel satuan.
Sel satuan digambarkan dengan garis tebal. Jarak antar dua titik sepanjang ketiga sumbu didefiniskan sebagai a, b dan c. Sudut yang dibuat antar dua sumbu didefinisikan sebagai α, β dan γ.
Sel satuan paling sederhana adalah kubus. Tiga sumbu kubus dan beberapa sel satuan lain tegak lurus satu sam lain, namun untuk sel satuan lain sumbu-sumbu itu tidak saling tegak lurus. Faktor yang mendefinisikan sel satuan adalah jarak antar titik dan sudut antar sumbu. Faktor-faktor ini disebut dengan tetapan kisi kadang disebut juga parameter kisi (Gambar 1).
Di tahun 1848, kristalografer Perancis Auguste Bravais (1811-1863) mengklasifikasikan kisi kristal berdasarkan simetrinya, dan menemukan bahwa terdapat 14 jenis kisi kristal seperti ditunjukkan dalam Gambar 2. Kisi-kisi ini disebut dengan kisi Bravais. Ke-empat belas kisi diklasifikasikan menjadi tujuh sistem kristal. Dalam buku ini, hanya tiga sistem kubus yang dikenal baik: kubus sederhana, kubus berpusat badan dan kubus berpusat muka yang akan dibahas.

Gambar 2. Kisi Bravais
Kristal diklasifikasikan dalam 14 kisi Bravais dan 7 sistem kristal.

    c.  Padatan Amorf
Amorf (Amorphous), merupakan definisi struktural dari suatu material, dimana atom-atomnya tersusun secara tidak teratur, sehingga panjang dan sudut ikatan antar atom juga tidak teratur. Kasus inilah yang diketahui sebagai bentuk penyimpangan struktural. Susunan partikel dalam padatan amorf sebagian teratur dan sedikit agak mirip dengan padatan kristalin. Namun, keteraturan ini, terbatas dan tidak muncul di keseluruhan padatan. Banyak padatan amorf di sekitar kita, seperti: gelas, karet dan polietena memiliki keteraturan sebagian (Gambar 3.). 

Gambar 3. (a) Padatan kristalin dan (b) amorf
Terdapat perbedaan besar dalam keteraturan partikel penyusunnya.
Sudut dan panjang ikatan antar atom pada struktur amorf sangat tidak teratur. Akibat ketidakteraturan ini, beberapa teori zat padat menjadi tidak berlaku (Misal Teorema Bloch, Efek Hall, dll). Oleh karena itu, analisa sifat-sifatnya sebagian besar menggunakan metode pendekatan material kristalinnya dengan mengacu pada hasil-hasil pengukuran eksperimental.

3.      Mikrostruktur  kramik
Struktur mikro bahan didefinisikan  sebagai sebuah bahan  atau materi yang berukuran mikro (10-6 m). Mikro struktur bahan akan dapat menentukan sifat kimia , fisika , dan mekanis dari suatu material, dan karenanya material akan dapat menentukan kemampuan rekayasa bahan itu dalam dunia industry (rekayasa fabrikasi) material.
Sebagai padatan kristalin maka struktur mikro kramik bisa dalam bentuk  Kristal tunggal atau polikristalin yang mempunyai banyak bijian. Ukuran butiran sangat mempengaruhi sifat-sifat keramik. Butiran yang berukuran kecil adalah lebih kuat dan liat, dan dinamai keramik halus atau keramik modern.
single Kristal  atau monocrystalline yang solid merupakan bahan dimana kisi Kristal dari seluruh sampel kontinu dan tak terputus ke tepi sampel tanpa batas butir atau dengan kata lain susunan atom –atomnya berulang secara periodik sempurna. Tidak adanya cacat terkait dengan batas butir dapat memberikan monocrystals sifat unik , terutama sifat mekanik, optik dan listrik, yang juga dapat anisotropik, tergantung pada jenis kristalografi struktur.
Grain boundary
Contoh single Kristal keramik yakni saffir (single-crystal alumina)

             

polikristalin adalah kumpulan dari sejumlah single Kristal atau disebut grain (butir).
Ukuran grain dalam keramik berkisar 1-50 mikrometer dan hanya bisa dilihat dengan mikroskop. Ukuran dan bentuk grain dan distribusinya menggambarkan mikrostuktur kramik.
Contoh kermaik yang memiliki struktur polikristal banyak sekali, salah satunya yakni alumina/hidroksiapatif, MgO, SiC, CaO, SrO, BaO, ZrO2 dan masih banyak yang lainnya
.
4.      Klasifikasi Keramik
a.       Keramik tradisional
Keramik tradisional yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan
alam, seperti kuarsa, kaolin, dll. Yang termasuk keramik ini adalah: barang
pecah belah (dinnerware)(keperluan makan), keperluan rumah tangga (tile, bricks)(genting, batu-bata), dan untuk industri (refractory). Keramik tradisional seperti porcelain, ubin (keramik lantai) dan tembikar dibuat dari bubuk yang terdiri dari berbagai material seperti tanah liat (lempung), talc, silica dan feldspar. Umumnya sifat dari kramik tradisional ini bersifat rapuh atau britle.
b.      Keramik modern
Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, techical ceramic) mempunyai ruang lingkup yang lebih luas dari kramik tradisional dan mempunyai efek dramatis pada kehidupan manusia seperti pada bidang elektronika, computer, komunikasi , aerospace dll. Keramik modern yang terbuat dari oksida logam antara lain (Al2O3, ZrO2, MgO, TiO2, BaTiO2,dll) sedangkan keramik yang bukan oksida antaralain (Si3N4, TiN, SiC, B4C, dll). Penggunaannya: elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis. (Joelianingsih, 2004)
Keramik modern mempunyai keunikan atau sifat yang menonjol yang tahan terhadap temperatur tinggi, sifat-sifat fisik dan mekanis yang sangat baik, sifat elektrik yang istimewa, tahan terhadap bahan kimiawi. Keramik modern tersebut adalah sbb:
11)      Keramik oksida murni yang digunakan sebagai alat listrik khusus dan komponen peleburan logam. Oksida yang umum digunakan adalah alumina (Al2O3), Zirconia (ZrO2), Thoria (ThO2), Berillia (BeO), Magnesia (MgO), Spinel (MgAl2O4) dan Forsterit (Mg2SiO4).
22)      Bahan bakar nuklir yang berbasis Uranium Oksida (UO2) sudah sangat luas digunakan. Bahan tersebut mempunyai kemampuan yang unik untuk menjaga sifat-sfat yang unggul setelah penggunaan yang lama sebagai bahan bakar pada reaktor nuklir.
33)      Keramik elektrooptik seperti Lithium Niobate (LiNbO3) dan Lanthanum Zirconat Titanat (PLZT) memberikan sebuah media yang dapat merubah informasi elektrik menjadi informasi optik atau yang dapat menggerakkan fungsi optik dengan perintah dari sinyal elektrik.
44)      Keramik magnetik dengan komposisi dan penggunaan yang bervariasi telah dikembangkan. Bahan ini merupakan bahan dasar dari unit memori magnetic pada komputer yang besar. Keunikan sifat elektriknya terutama digunakan pada aplikasi elektronik gelombang mikro frekuensi tinggi.
55)      Kristal tunggal dari berbagai jenis bahan sekarang mulai diproduksi untuk mengantikan kristal alami. Rubi dan kristal laser garnet dan tabung sapir dan substrat (substrate = sejenis semikonduktor) dikembangkan dari sebuah peleburan: kristal kwarsa (quartz) yang besar dikembangkan dengan proses hidrotermal.
66)      Keramik nitrida untuk refraktori (refractory = bahan tahan api), dan turbin gas
77)      Enamel untuk aluminium pada industri arsitektur
88)      Komposit logam-keramik untuk refraktori
99)      Keramik karbida untuk bahan abrasif (abrasive = bahan penghalus permukaan)
110)  Keramik borida untuk kekuatan dan temperatur tinggi, tahan terhadap oksidasi
111)  Keramik feroelektrik (barium titanat) mempunyai konstanta dielektrik yang tinggi
112)  Gelas-gelas nonsilika misal transmisi infra merah, peralatan semi konduktor, Penyaring molekuler (molecular sieves)
113)  Keramik gelas
114)  Polikristal bebas oksida dibuat berbahan baku pada alumina, yttria, dan spinel

5      Karakteristik Umum Keramik
a)      Klasifikasi bahan padatan secara umum
No
Logam
Keramik
Polimer
1.
Kerapatan tinggi (high density)
Kerapatan rendah (low density)
Kerapatan sangat rendah (very low density)
2.
Titik lebur medium – tinggi (medium to high melting point)
Titik lebur tinggi (high melting point)
Titik lebur rendah (low melting point)
3.
Modulus elastisitas medium – tinggi (medium to high elastic modulus)
Modulus elastisitas sangat tinggi (very high elastic modulus)
Modulus elastisitas rendah (low elastic modulus)
4.
Reaktif
Tidak reaktif
Sangat reaktif
5.
Ductile
Rapuh (brittle)
Ductile and brittle types
 Kerapatan suatu bahan padatan ditentukan oleh :
-          Berat atom penyusun bahan (NiO is denser than NaCl)
-          Sifat ikatan atomik (MgO is denser than SnO)
b)      Data tentang keramik
-          Padatan yang sangat rapuh (brittle) dengan kemungkinan kerusakan bersifat tidak unik
-          Data sangat bervariasi dari pabrik ke pabrik
-          Kekuatannya bergantung pada sejarah setelah dihasilkan / diproduksi
-          Sejumlah data bersifat invarian (strusture insentive) seperti : titik lebur, kerapatan, modulus elastisitas.
-          Data yang lain sangat bergantung pada struktur (highly structrure sensitive) seperti :
·         Tensile strength (kuat tarik)
·         Fracture trughness (kekerasan)
·         Thermal conductivity (konduktivitas thermal)
·         Thermal expansion coefficient
c)      Sifat- sifat keramik

No
Ciri Khas
Bahan
Penggunaan
1.                   
Sifat mekanis
Tahan suhu tinggi
Tahan gesekan
Tahan geseran

Lubrikan
Plating khusus

Nitrida
Alumina boron karbida
TiC, TiN, CW, karbon, Boron

Boron nitrida
Alumina

Turbin gas
Mesin diesel
Alat pemotong, orderdil heavy-duty
Pelumas padat/bearing
Militer
2.
Sifat Termal
Tahan termal

Isolator termal

Konduktor termal

Karbida, Nitrida, MgO

Kalsium oksida, titanium iksida, alumina, zirekonia
Boron iksida, karbida, aluminium nitrida, alumina

Magnetohidrodinamika (MHD)
Tanur industri, reaktor nuklir
Piranti elektronik, radiator
3.
Sifat Listrik
Tahan listrik

Piezoelektrisitas


Konduktor listrik

Dielektrik

Konduktor ionik

Semikonduktor

Pemancar elektron

Alumina, karbida, berilium oksida
Timbal zirkoniat/ titanat PLTZ perovskit, litium niobat, kwarsa, lantanum khormat
Zirkonia, karbida

Berilium titanat, stronsium titanat
Zirkonia, alumina

Zirkonia, berilium titanat

Lantanum borida

Socket semikonduktor

Osilator listrik, printer, alat ignisi/pemijar

Resistor eksoterm, kapasitor mini
Kapasitor tegangan tinggi
Detektor oksigen, elektrolit padat
Detektor gas, baterai surya, varistor
Penembak katoda, layar datar
4.
Sifat Magnetik
Mutu magnet

Fe2O3, MnO, BaO

Perekat magnetik ferit, penyimpanan data
5.
Sifat Optik
Transparansi

Transmisi optik


Polarisator

Pendar

Fotosensivitas

Optika inframerah

Alumina, ytrium oksida, MgO

SiO2


Zirkonium oksida, timbal oksida, lantanum oksida
Keramik tanah jarang, kalium arsenida, gelas Nd, YAG
Gelas terhalogenisasi perak

Gelas fluorida, kalkogenida

Lensa optik suhu tinggi, lampu natrium
Serat optik, kamera observasi dalam, detektor optik
Memori optik (reversibel)
Laser semikonduktor, dioda berpendar
Gelas tabir lensa, penyimpanan citra
Militer
6.
Sifat Biologis
Alumina, apatit
Gigi buatan, tulang buatan, prostesis
7.
Sifat Kimia
Absorpsi

Katalis

Antikorosi

Silika multipori, gelas alumina multipori
Zeolit

Zirkonia, alumina

Absorben, katalis, biorektor
Katalis, perlindungan, lingkungan
Reaktor suhu tinggi
d)     Ciri-ciri keramik yang lain
·         Tahan lama, sebab memiliki kuat tekan tinggi dan keras
·         Tahan terhadap serangan kimia (tidak dapat teroksidasi)
Keramik memiliki karakteristik yang memungkinkannya digunakan untuk berbagai aplikasi termasuk :
  • Kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah.
  • Tahan korosi
  • Sifat listriknya dapat insulator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor
  • Sifatnya dapat magnetik dan non-magnetik
  • Keras dan kuat, namun rapuh.

6     Aplikasi Keramik



Bahan – bahan keramik alami :
·         Limestone (CaCO3) à batu gamping / kapur
·         Stone (batu ) à bahan bangunan paling tua
·         Sandstone (SiO2) à pasir
·         Granite (batu besi) à (alumina silikat)
·         Sangat tahan lama
·         Sangat murah
·         Berperilaku sama dengan bahan keramik : rapuh
Aplikasi
1.      Semen dan beton : digunakan sebagai bahan bangunan.
2.      Glass
·         Soda – lime glass
Komposisi : 70 % SiO2 ; 10 % CaO; 15 % Na2O; 5% MgO / Al2O3
Aplikasinya : jendela dan botol, dll
Sifat : titik lebur rendah, mudah dibentuk
Gambar 1. Contoh aplikasi dari Soda – lime glass
Gambar 2. Soda Lime Glass Microspheres Particle sizes: 2 um to 3.4mm



Gambar 3. Surface of soda-lime glass following ruling test at a load of 0.9N [6]
·         Boronsilicate Glass (Pyrex)
Komposisi : 80 % SiO2; 13 % B2O3; 4 % Na2O; 3 % Al2O3
Aplikasinya : barang pecah belah untuk rumah tangga (masak), peralatan kimia
Sifat : kuat pada temperatur tinggi, koefisien ekspansi thermal (CET) rendah.tahan tekan terhadap kejut suhu (thermal shock)
Gambar 4. 1150 * 1700 mm pyrex borosilicate glass for lighting
industry with heat resistant
·         Lass glass – ceramic
Komosisi : 60 % SiO2; 20 % Al2O3; 20 % Li2O + TiO2
Aplikasi : cooker tops, ceramic composites
Sifat : tahan terhadap kejut suhu
Beberapa contoh penggunaan keramik industri:
         Peralatan yang dibuat dari alumina dan silikon nitrida dapat digunakan sebagai pemotong, pembentuk dan penghancur logam.
         Keramik tipe zirconias, silikon nitrida maupun karbida dapat digunakan untuk saluran pada rotorturbocharger diesel temperatur tinggi dan Gas-Turbine Engine.
         Keramik sebagai semikonduktor adalah barium titanate (BaTiO3) dan strontium titanate (SrTiO3). Sebagai superkonduktor adalah senyawa berbasis tembaga oksida.
         Keramik dengan campuran semen dan logam digunakan untuk pelapis pelindung panas pada pesawat ulang-alik dan satelit.
         Keramik Biomedical jenis porous alumina digunakan sebagai implants pada tubuh manusia. Porous alumina dapat berikatan dengan tulang dan jaringan tubuh.
         Butiran uranium termasuk keramik yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Butiran ini dibentuk dari gas uranium hexafluorida (UF6).
         Keramik berbasis feldspar dan tanah liat digunakan pada industri bahan bangunan.
         Keramik juga digunakan sebagai coating (pelapis) untuk mencagah korosi. Keramik yang digunakan adalah jenis enamel. Peralatan rumah tangga yang menggunakan pelapisan enamel ini diantaranya adalah kulkas, kompor gas, mesin cuci, mesin pengering.

A.    Kesimpulan
·         Keramik adalah senyawa padatan yang dibentuk melalui pemanasan tersusun dari gabungan padatan satu metal dan satu padatan unsure nonmetalik, atau gabungan dua padatan unsure nonmetalik (NMES), atau gabungan dua unsur padatan nonmetalik dan nonmetal.
·         Padatan kristalin yang partikelnya tersusun teratur dan padatan amorf yang keteraturannya kecil atau tidak ada sama sekali.
·         Mikro struktur bahan akan dapat menentukan sifat kimia, fisika, dan mekanis dari suatu material.
·         Keramik modern mempunyai ruang lingkup yang lebih luas dari kramik tradisional dan mempunyai efek dramatis pada kehidupan manusia seperti pada bidang elektronika, computer, komunikasi, aerospace dll.
·         Keramik memiliki karakteristik, yaitu: kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah, tahan korosi, sifat listriknya dapat insulator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor, sifatnya dapat magnetik dan non-magnetik, keras dan kuat, namun rapuh.
·         Keramik mempunyai banyak aplikasi, terutama dibidang industri barium titanate (BaTiO3) dan strontium titanate (SrTiO3) sebagai bahan superkonduktor.