TUGAS
PROSES INDUSTRI KIMIA
1. Pembuatan Produk Alkohol ( Metanol) Dari
Gas Alam
Ada
beberapa metode dalam produksi metanol, diantaranya proses penyulingan kayu,
gasifikasi batu bara muda dan sintesis gas alam. Reaksi pembuatan Methanol
dengan sintesis gas alam adalah sebagai berikut:
CH4 + H2O <---------> 3 H2 +
CO
CO + 2 H2 <---------> CH3OH
CO2(g) + 3 H2(g) <---------> CH3OH(g)
+ H2O(g)
Racun
H2S pada Natural Gas ditangkap dengan katalis ZnO, dan racun RSH
ditangkap dengan katalis CoMo.
Adapun
secara ringkas, tahapan proses sintesis Methanol adalah sebagai berikut:
Prereform:
gas alam direaksikan dengan steam superheated, reaksi:
CnH2n+2 +
n H2O
<--------->
CO + (2n+1)H2 -Q
CO
+ 3 H2 <--------->
CH4 + H2O +Q
CO
+ H2O
<--------->
CO2 + H2 + Q
Reforming :
merubah CH4 menjadi CO dan H2 dengan bantuan
steam, reaksi
CH4
+ H2O
<--------->
3 H2 + CO – Q
Autotermal:
merubah sisa-sisa CH4 dengan steam dan O2, di mana reaksi
partial dan sempurna berlangsung sekaligus, reaksi:
2
CnH2n+2 + (3+1n)O2 <---------> 2nCO2 +
(2n+2)H2O+Q
2
CnH2n+2 + 3nO2
<---------> 2CnCO+ 2H2+ 4nH2O+Q
CH4
+ 2O2 <---------> CO2 +
2H2+ Q
CH4
+ O2 <---------> CO
+ H2 + H2O+Q
Sintesis :
gas-gas CO, CO2, dan H2 lalu disintesis dalam
reaktor dengan katalis Cu
CO2(g) + 3 H2(g) <---------> CH3OH(g)
+ H2O(g)
Destilasi
: hasil dari sintesis gas di unit reactor kemurniannya masih berkisar 70 %,
maka dilakukan tahap akhir yaitu destilasi untuk mendapatkan Methanol dengan
kemurnian tinggi.
1.
Jenis katalis yang digunakan:
Ø Katalis pada tekanan tinggi : Digunakan alkali/ZnO-CuO/Cr2O3 dapat beroperasi pada tekanan 120-300 bar dan temperatur 300-425oC. Katalis ini tahan terhadap sulfur dan klorin yang terdapat dalam syn-gas
Ø Katalis pada tekanan rendah :Digunakan
alkali/CuO-ZnO/Al2O3 dapat beroperasi pada tekanan 50-100 bar dan temperatur
275-310oC (120-300 bar dan suhu 300-425oC, utk tek.tinggi). Penggunaan katalis
ini membutuhkan kondisi syn-gas yang murni dari sulfur dan klorin (H2S < 0.1
ppm)
Produksi
methanol secara komersial dapat
dilakukan melalui berbagai macam proses. Proses
yang paling banyak digunakan di industri
methanol adalah ICI.

Ø Campuran gas sintesis umpan segar ditekan dari
50-100 atm melalui sebuah kompresssor dan diumpan kedalam reaktor berpendingin
(quench type converter)yang beroperasi pada 270oC.
Ø Quench converter berupa single bed yang
mengandung katalis pendukung yang bersifat inert.
Ø Aliran produk kemudian didinginkan dan methanol
akan terkondensasi.
Ø Aliran gas purge direcycle ke reformer untuk
mengubah methanol yang terakumulasi dalam gas sintesis
Ø Crude methanol akan dipurifikasi dengan cara
distilasi.
Selain
itu ada juga Proses Tekanan Rendah
Lurgi Dalam proses yang
ditawarkan oleh Lurgi untuk sintesis methanol, reaktor sintesis dioperasikan pada rentang suhu dari 230 – 270oC
dan dengan tekanan operasi 50-100 bar. Perancangan reactor berbeda dengan ICI.

Lurgi menggunakan reaktor quasi-isothermal dengan katalis di dalam
tube yang didinginkan dengan sirkulasi boiling water.

Proses Lurgi akan menghasilkan methanol yang murni dengan proses
sintesis methanol dan proses pemurniannya.
2. Pembuatan Produk Toluena dari Metilsikloheksana
Mekanisme reaksi :
Proses Hidroforming Toluene
Toluen
diproduksi dari fraksi petroleum yang telah diseleksi dalam nafta dalam proses catalytic
reforming atau Hydroforming. Proses ini meliputi catalytic
dehydrogenation untuk menghasilkan campuran hidrokarbon aromatik utamanya toluene.
•
Toluena terbentuk dari reaksi dehidrogenasi metil siklo heksana menjadi toluena dan gas
hidrogen
•
Reaksi dehidrogenasi :

Reaksi-Reaksi Pada Proses Catalytic
Reforming :
1. Reaksi Dehydrogenasi
Reaksi dehydrogenasi sangat endothermis atau memerlukan panas,
dipromote oleh fungsi metal dari katalis
dan mudah terjadi pada suhu tinggi dan tekanan rendah. Reaksi ini bisa terlihat
pada penurunan/beda temperatur reaktor terutama reaktor pertama. Bila penurunan
temperatur reaktor yang besar, produksi hidrogen tinggi per bbl feed dan
kemurnian hidrogen tinggi menunjukkan reaksi dehidrogenasi yang baik. Reaksi
dehidrogenasi merupakan reaksi yang paling cepat dalam reaksi reforming, maka
diperlukan penggunaan interheater di antara catalyst bed untuk menjaga suhu
yang tetap cukup tinggi agar reaksi berlangsung lebih cepat. Contoh reaksi
dehydrogenasi yang terjadi :
Alkyl cyclo hexane → aromatic
2. Reaksi Dehidrosiklisasi
Siklisasi dari paraffin ke naphthene adalah reaksi yang paling sulit.
Reaksi ini lebih baik pada tekanan rendah, temperature tinggi dengan metal/acid
function. Naphthene dengan ring lebih kecil dari 6 atom karbon (misal 5) akan
diisomerisasi menjadi 6 terlebih dahulu sebelum didehirogenasi ke aromatic.
Contoh :
dehidrosiklisasi Heptane → metyl cyclohexane + H2
3. Reaksi Isomerisasi
Formula molekulnya sama tetapi berbeda dalam struktur internalnya, lebih
mudah terjadi pada temperatur rendah. Isomerisasi paraffin dan cyclopentane
biasanya menghasilkan produk dengan angka oktan yang lebih rendah selain
terbentuknya aromatic.
Contoh :
·
Methyl cyclopentane (RON
91) → cyclohexane (RON 83) (isomerisasi dengan bantuan Cl-)
·
Cyclohexane (RON 83) →
Benzene (RON >100>(dehidrogenasi dengan bantuan Pt)
4. Reaksi Hidrokraking
Reaksi hidrokraking adalah eksotermis yaitu reaksi memecah paraffin dengan
molekul besar menjadi paraffin yang lebih ringan dan gas. Reaksinya memerlukan
hidrogen sehingga menyebabkan penurunan kemurnian hidrogen, memperkecil
penurunan delta temperatur pada reaktor terakhir serta menurunkan jumlah produk
reformat. Reaksi yang terjadi tergantung pada jenis paraffin yang terdapat
dalam feed dan kondisi operasi.
Kondisi Operasi:
• Proses pembuatan toluene pada
industri yaitu dengan proses hydroforming yang termasuk dehidrogenasi katalitik berlangsung pada suhu 537,8 – 576,67°C dan
tekanan 150
– 300 psi.
• Dengan konversi pembentukan toluena 80 –
90%.
• Katalis yang digunakan adalah 10%
molybdenum dioxide on alumina.
• Reaktor yang digunakan
adalah reaktor fixed bed dehydrogenation.
Pemilihan kondisi
tersebut didasarkan pada pertimbangan :
• Reaksi dehidrogenasi bersifat endotermis sehingga pemilihan temperatur
operasi bersuhu
tinggi sehinga dapat menggeser kesetimbagan kearah produk (toluen).
• Kecepatan reaksi akan sangat dipengaruhi oleh temperatur, bila
temperatur yang digunakan terlalu rendah maka kecepatan reaksinya juga akan
rendah.
• Tekanan yang digunakan juga tinggi hal ini dikarenakan proses ini
berjalan pada fase cair dimana di dalamnya terjadi mekanisme absorpsi dan
deabsorpsi yang dapat menyebabkan kontak antara bahan baku dengan katalis,
dimana mekanisme ini membutuhkan tekanan yang tinggi.

3. Pembuatan Protein

Dengan bahan baku acetaldehyde dengan bantuan katalis NaCN atau NH4Cl
diubah menjadi 2-Aminopropanenitrile. Kemudian 2-Aminopropanenitrile dengan dipanaskan
dan dibantu dengan HCl, HO- akan menjadi Alanine yaitu merupakan asam
amino alifatik ( 52-60%).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar